Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban
IKJ PRESSen-USProsiding Seminar Nasional Pusaran Urban 3025-521XResidensi Seni Rupa sebagai Arena Produksi Kultural
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/173
<p>Setiap masyarakat yang menempati suatu daerah atau wilayah pada dasarnya memiliki dan menjalankan satu sistem kebudayaan. Sistem ini akan membentuk corak yang khas dalam setiap aktivitas sosial masyarakat. Corak sosial budaya tersebut turut menentukan identitas diri suatu daerah. Dalam konteks ini, ruang sosiokultural yang terdapat dalam masyarakat menjadi sumber pengetahuan bagi lahirnya berbagai gagasan kesenian, khususnya seni rupa. Interaksi antara seniman dan masyarakat menjadi arena produksi kultural untuk mengurai proses bagaimana karya seni dan budaya diproduksi, didistribusikan, serta dikonsumsi dalam ruang sosial tertentu. Penelitian ini berfokus pada pemikiran mengenai seniman sebagai agen individu, praktik sosial, serta transformasi produksi kultural yang dibangun melalui proses residensi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan adanya interpretasi terhadap proses reproduksi budaya oleh agen seniman, serta peran galeri sebagai platform sekaligus arena modal yang memengaruhi proses eksistensialisasi seniman dan lembaga penyelenggara residensi. Dengan demikian, residensi seni rupa berperan penting dalam membentuk dinamika relasi antara produksi budaya, agensi seniman, dan struktur kelembagaan seni.</p>Ahmad Rijal Al Hakim
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-07541110.36806/psnpu.v5i.173Estetika Partisipatif Dan Ruang Visual: Praktik Intervensi Seni Rupa sebagai Transformasi Sosial di Perkotaan Indonesia
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/159
<p>Transformasi ruang kota di Indonesia dalam dua dekade terakhir tidak hanya mencakup perubahan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan kultural masyarakat urban. Dalam konteks ini, praktik seni rupa partisipatif muncul sebagai strategi kolektif warga untuk merebut kembali ruang, menyusun ulang identitas komunitas, dan memperkuat solidaritas sosial. Artikel ini menganalisis tiga studi kasus Kampung Akuarium di Jakarta, Lorong Seni dan Lorong Wisata di Makassar, serta komunitas petani urban di Yogyakarta—untuk memahami bagaimana seni rupa partisipatif berfungsi sebagai instrumen transformasi sosial dalam konteks perkotaan Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis etnografi visual dan analisis tematik, serta didukung oleh teori estetika partisipatif (Bishop), estetika relasional (Bourriaud), dan produksi ruang (Lefebvre & Massey), penelitian ini menemukan bahwa seni mampu menjadi praktik kontrahegemonik yang memadukan dimensi afektif, ekologis, dan politis. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara seni, kebijakan kota, dan partisipasi warga dalam membangun ruang urban yang inklusif, adil, dan bermakna secara sosial.</p>Abd. Gaffar
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-075121710.36806/psnpu.v5i.159Peran Seni Rupa dalam Transformasi Teknologi: Wall Interactive sebagai Sarana Partisipatif di Ruang Publik Jakarta
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/160
<p>Teknologi wall dan floor interactive memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi secara langsung dengan elemen visual di ruang publik seperti mall dan plaza. Meskipun menawarkan pengalaman hiburan, peran seni rupa krusial dalam menghidupkan teknologi ini agar memiliki nilai estetis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif individu dalam berinteraksi dengan wall interactive yang mengintegrasikan elemen seni rupa di ruang publik Jakarta. Kebaruan dari studi ini terletak pada eksplorasi peran seni rupa sebagai penghubung antara teknologi dan partisipasi publik dalam konteks urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara seni dan teknologi menciptakan ruang publik yang lebih dinamis, imersif, dan partisipatif, serta membuka peluang baru sebagai media pemasaran dan sumber pendapatan bagi pusat perbelanjaan. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa integrasi seni rupa dalam teknologi interaktif tidak hanya memperkaya pengalaman visual, tetapi juga mendorong keterlibatan sosial dan potensi ekonomi ruang publik di Jakarta.</p>Ades Adrian FirmansyahEhwan Kurniawan
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-075182510.36806/psnpu.v5i.160Rekonstruksi Partisipatif Visi Ekologis Seni Instalasi “Kurma Amerta”: Tinjauan Filosofis atas karya Seni Instalasi Teguh Ostenrik
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/161
<p>Dominasi antroposentrisme dalam proyek kemodernan telah memicu krisis ekologis yang mendalam, ditandai dengan eksploitasi alam dan marginalisasi lingkungan hidup. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana seni instalasi Kurma Amerta karya Teguh Ostenrik merekonstruksi visi ekologis secara partisipatif melalui pendekatan filosofis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdeskriptif melalui wawancara langsung, studi pustaka filsafat seni dan ekologi, serta observasi visual terhadap karya instalasi. Temuan menunjukkan bahwa Kurma Amerta tidak hanya merupakan medium estetik, tetapi juga mengartikulasikan narasi liberatif melalui partisipasi publik, kolaborasi teknologi, dan simbolisme kosmologis. Kebaruan kajian ini terletak pada analisis filosofis mengenai pergeseran paradigma seni dari mimesis menuju praksis ekologis partisipatif. Simpulan dari studi ini menunjukkan bahwa seni memiliki peran transformatif dalam membentuk kesadaran ekologis dan dapat menjadi medium resistensi terhadap dominasi antroposentrisme dan hegemoni industri.</p>Andre Bahariyanto
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-075263910.36806/psnpu.v5i.161Menelaah Potensi Kampung Prawirotaman Yogyakarta Sebagai Ruang Seni Rupa Partisipatif
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/162
<p>Kampung Prawirotaman merupakan salah satu kawasan bersejarah di Yogyakarta yang dikenal sebagai kampung wisata dengan perpaduan budaya Jawa dan sentuhan modern. Kawasan ini juga dikenal sebagai “kampung bule” karena banyak dikunjungi wisatawan asing. Artikel ini bertujuan untuk menelaah sejarah dan dinamika sosial Kampung Prawirotaman, mengeksplorasi potensinya sebagai ruang seni rupa partisipatif, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Kampung Prawirotaman awalnya merupakan permukiman prajurit Prawirotomo yang kemudian berkembang menjadi sentra batik dan kini bertransformasi menjadi kawasan penginapan; (2) Interaksi intens antara warga lokal, seniman, dan wisatawan membuka peluang terwujudnya ruang seni rupa partisipatif, terutama dengan dukungan ekosistem seni di Yogyakarta; dan (3) Tantangan yang dihadapi meliputi kendala ruang dan perizinan, respons warga, serta keberlanjutan pendanaan dan kolaborasi lintas pihak. Kajian ini merekomendasikan pendekatan seni partisipatif sebagai strategi kultural yang inklusif untuk memperkuat identitas dan keterlibatan warga dalam pengembangan ruang kampung.</p>Azi Wansaka
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-075405410.36806/psnpu.v5i.162Estetika yang Berpihak: Seni Partisipatif sebagai Tanggapan atas Elitisme Seni Rupa
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/163
<p>Di dunia seni rupa Indonesia, galeri yang berkilau bukanlah tempat suci bagi dunia penciptaan, melainkan panggung berupa topeng yang berkuasa. Kolusi dan nepotisme, bukan bakat, menjaga gerbang yang menjadikan seni hak istimewa kaum terhubung. Lomba seni yang naif dianggap tolok ukur kejeniusan, sekaligus mencemooh esensi penciptaan yang tidak terukur. Namun demikian, di gang-gang urban, seni partisipatif, seperti mural, instalasi kolektif bangkit sebagai bentuk pembangkangan, terasa lebih jujur daripada sorot lampu ruang institusional. Penelitian ini menggali bagaimana seni partisipatif melawan cengkeraman estetika elitis. Lewat studi kasus seni jalanan Jakarta, analisis wacana praktik kuratorial, dan refleksi lokakarya komunitas, penelitian ini berusaha membedah ketimpangan ekosistem seni yang terjadi. Kebaruannya terletak pada penelusuran akar seni partisipatif dalam resistensi historis terhadap struktur budaya feodal. Temuan mengungkap bagaimana jaringan patronase membungkam suara baru, sementara praktik partisipatif membentuk makna kolektif, lepas dari tirani kuratorial. Penelitian menyimpulkan bahwa masa depan seni bukan di galeri, melainkan di ruang bersama tempat penciptaan terjadi guna menjawab kebutuhan rakyat, bukan kekuasaan. Makalah ini membawa pertanyaab: untuk siapa seni bernapas ketika jiwanya diperdagangkan di pasar koneksi?</p>Deborah Ram Mozes
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-075556810.36806/psnpu.v5i.163Partisipasi dalam Desain Interior: Studi tentang Transformasi Sosial, Visual, dan Ekonomi di M Bloc Space, Jakarta Selatan
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/165
<p>Desain interior partisipatif merupakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas lokal, dalam proses perancangan ruang. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan desain interior partisipatif di M Bloc Space Jakarta Selatan mampu mentransformasi ruang bekas menjadi pusat aktivitas sosial, visual, dan ekonomi yang dinamis. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis strategi desain partisipatif yang diterapkan, serta dampaknya terhadap dinamika komunitas, estetika ruang, dan pertumbuhan ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara desainer, pengelola, pelaku kreatif, dan masyarakat sekitar mampu menciptakan identitas visual yang khas, memperkuat jaringan sosial, serta mendorong ekosistem ekonomi lokal berbasis kreativitas. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan partisipatif dalam menciptakan ruang publik urban yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan.</p>Ika Yuni PurnamaClara Daniswara Radhika
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-075697910.36806/psnpu.v5i.165Analisis Strategi Narasi Transmedia di Dalam Komik Webtoon Lokal Lara(S)Hati dan Zona Maya
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/166
<p>Di Indonesia salah satu platform penerbitan komik digital adalah LINE Webtoon yang telah secara konsisten menerbitkan karya dari tahun 2015. Komik di dalam format Webtoon dapat digunakan sebagai sarana penceritaan dengan strategi transmedia, penerapan karya tersebut adalah komik berjudul Lara(S)Hati dan Zona Maya. Dalam komik tersebut karakter digunakan sebagai pusat penceritaan yang alur penceritaannya tidak secara lurus hanya ada di dalam media utama Webtoon namun dilanjutkan melalui media sosial. Dalam penceritaan secara terperinci melalui akun di media sosial setiap karakter secara nyata berinteraksi dengan pembaca dan karakter lain. Metode penelitian dalam mengamati karya adalah metode analisis konten media atau Hyper Diagenesis. Dari penelitian ini dapat terlihat bagaimana alur dan strategi penceritaan dari komik Webtoon mampu menciptakan sebuah semesta yang disukai oleh penggemar. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kemungkinan komikus lokal secara sederhana dapat menerapkan strategi transmedia secara konsisten yang pada akhirnya menghasilkan dampak finansial.</p>JohanesCantika Clarinta
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-075809010.36806/psnpu.v5i.166Peran Ilmu Kimia Dalam Pembuatan Lak Kriya Khas Palembang
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/167
<p>Lak merupakan salah satu seni kerajinan dari kota palembang yang dipengaruhi oleh budaya Hindu- Buddha dan Islam. Lak masuk ke Palembang pada masa kerajaan Sriwijaya, sebagai hadiah dari bangsa Tiongkok kepada masyarakat lokal kemudian dimodifikasi sehingga menjadi kearifan lokal. Pada proses pembuatan cat lak dan proses pelakeran sebagai media lukis, berperan ilmu kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, berupa penjelasan secara rinci mengenai peranan ilmu kimia dalam pembuatan lak untuk produk kriya khas palembang. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung ke museum Balaputra Dewa pada Selasa, 4 Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu kimia berperan dalam proses pembuatan cat lak, proses pelakeran, mulai dari pengeringan kayu, pengawetan kayu, hingga pengecatan media lukis.</p>Lili SafarwatiRahmi OktariniYulin Sadita
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-0759110210.36806/psnpu.v5i.167Imajinasi dan Geografi: Citra Urban dalam Buku Bacaan Anak Inpres Tahun 1973-1990 (Sebuah Pembacaan Awal)
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/168
<p>Dalam konteks Indonesia, pendidikan tidak pernah netral; bergelimang dengan kekuasaan dan dinamika politik. Pada era Orde Baru terjadi sentralisasi kebijakan pendidikan secara masif. Negara menentukan isi kurikulum, buku teks, hingga nilai-nilai apa yang harus diajarkan di sekolah. Untuk menunjang bacaan siswa, Orde Baru memberikan stimulus lewat kebijakan program buku inpres tahun 1973. Booming bacaan dan pengarang muda lewat kebijakan menghasilkan buku-buku bacaan anak bercap negara. Selain cerita anak, terdapat pula perwajahan buku dan visual untuk memikat anak-anak. Dalam geografi, imajinasi menjadi bagian penting bagaimana manusia mendefinisikan ruang dan tempat. Imajinasi ruang urban lewat pelbagai narasi dan gambar perlu dilakukan pembacaan awal. Dengan pendekatan kajian pustaka melalui pencarian pelbagai sumber akan didapatkan citra urban dalam buku bacaan anak Inpres Tahun 1973-1990. Dalam kajian ini peneliti hanya membatasi dengan mengambil beberapa sampel buku dari beberapa penerbit dan penulis yang relevan yang akan membantu dalam analisis citra urban. Dengan pembacaan lewat critical geography maka akan didapatkan citra urban dalam bayang-bayang pembangunan kekuasaan Orde Baru yang masuk lewat cerita anak.</p>Rianto
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-07510311010.36806/psnpu.v5i.168Seni Rupa Partisipatif dan Hak atas Ruang Kota: Kajian Sosial-Ekonomi dari Perspektif Hukum
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/169
<p>Seni rupa partisipatif berkembang sebagai praktik visual yang memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam membentuk ruang kota. Dalam konteks hukum, praktik ini memiliki relevansi erat dengan pemenuhan hak atas ruang kota (right to the city) sebagai bagian dari hak sosial dan kultural warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana seni rupa partisipatif berkontribusi terhadap transformasi sosial dan ekonomi masyarakat urban serta bagaimana praktik tersebut dapat dibaca sebagai bentuk perwujudan hak atas kota dalam kerangka hukum tata ruang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi dokumen, termasuk arsip proyek seni, laporan komunitas, serta regulasi terkait ruang publik dan partisipasi warga. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara analisis seni visual dan perspektif hukum sosial mengenai hak atas ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni rupa partisipatif menciptakan ruang inklusif bagi dialog warga, memperkuat ekonomi komunitas, dan menantang batas formal ruang kota yang sering kali elitis dan eksklusif. Kesimpulannya, seni rupa partisipatif dapat diposisikan sebagai instrumen kultural yang mendukung praktik hukum progresif dalam tata kelola kota yang demokratis dan berkeadilan sosial.</p>Safaruddin Harefa
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-07511112110.36806/psnpu.v5i.169Transendensi Api dalam Jahitan: Eksplorasi Konsep Agni Hotra dalam Rancang Busana Haute Couture
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/170
<p>Penciptaan karya busana ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Agni Hotra, sebuah ritual api suci dalam tradisi Hindu, sebagai sumber inspirasi utama dalam desain busana haute couture. Proses kreatif menggunakan pendekatan metode Alma M. Hawkins yang terdiri dari tahapan eksplorasi, eksperimen, dan pembentukan bentuk, dimulai dari mind mapping, moodboard, hingga pembuatan lima alternatif desain. Desain terpilih diwujudkan dalam bentuk satu set busana yang terdiri dari bustier, kamen, selendang, dan ekor, dengan karakteristik visual yang feminin, sensual, dan simbolik. Simbol-simbol utama seperti api, bunga persembahan, padupan, madu, dan kayu cendana diterjemahkan dalam detail tekstil, bordir, siluet, serta warna oranye menyala sebagai representasi elemen transendental dan spiritual. Proses teknis meliputi pembuatan pola, penjahitan, hingga finishing haute couture yang menekankan ketepatan dan keunikan. Karya ini tidak hanya menjadi interpretasi artistik atas praktik spiritual, tetapi juga menjembatani nilai-nilai tradisional dan estetika mode kontemporer.</p>Vita WulansariNi Made Kanti Dwi RahayuI Gede Jaya Putra
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-07512212910.36806/psnpu.v5i.170Kontribusi Mahasiswa dalam Praktik Pedagogis Partisipatif
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/171
<p>Seni partisipatif memainkan peran penting dalam mentransformasi ruang urban dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Mahasiswa berkontribusi melalui keterlibatan dalam festival seni, pertunjukan kritis, intervensi urban, serta kolaborasi seni berbasis komunitas. Praktik pedagogi partisipatif di ruang urban mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan akademisi, khususnya mahasiswa, dalam merancang, merencanakan, dan mengelola lingkungan tempat tinggal mereka. Salah satu inisiatif utama adalah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dikembangkan oleh Kemendiktisaintek, bertujuan memperkuat kapasitas ormawa dalam pemberdayaan masyarakat dengan dukungan institusi perguruan tinggi. Dalam program ini, seni partisipatif digunakan sebagai strategi untuk mengatasi permasalahan urban secara kolaboratif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (kualitatif-kuantitatif) dengan teknik survei dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berkontribusi dalam konservasi seni budaya berbasis kearifan lokal, pengembangan motif batik khas, serta penciptaan produk kreatif bersama sanggar seni, yang memperkuat keterikatan sosial dan rasa memiliki terhadap ruang urban.</p>Wanda ListianiNia EmildaAnrilia E.M. Ningdyah
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-07513013810.36806/psnpu.v5i.171Membangun Dunia Kecil dengan Semangat Besar : Refleksi Krisis Ekologi Urban dalam Film “Our Little World” Karya Sutradara Apip Rea
https://www.proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/172
<p>Hutan yang terancam oleh ketamakan dan keserakahan manusia menjadi latarbelakang dalam pembuatan film Our Little World (OLW) karya sutradara Apip Rea. Film Our Little World (OLW) karya Sutradara Apip Rea bergenre Short Movie (Fiksi dan Edukasi). Film ini memiliki durasi 4 menit dan 58 detik yang diproduksi Pakalangan Bojong Tanjung tahun 2013 dengan tema kehidupan lingkungan dan konservasi Alam. Kerusakan ruang urban khususnya hutan perkotaan menjadi latar belakang dalam karya film ini. Tujuan penelitian ini menggambarkan partisipasi anak-anak dan masyarakat di Pakalangan Bojong Tanjung dalam struktur film OLW. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis struktur film. Hasil Penelitian ini berupa film pendek OLW yang diperankan oleh anak-anak dengan mengenakan kostum binatang dan pohon. Pesan dalam film ini mengingatkan manusia tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan melestarikan sumber daya alam. Nilai kehidupan berkelanjutan, konservasi alam, keharmonisan dengan alam yang dikemas dalam visual film OLW untuk mengingatkan manusia tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.</p>Yuli AnggrainiJaeniWanda Listiani
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2025-07-072025-07-07513915110.36806/psnpu.v5i.172