Imajinasi dan Geografi: Citra Urban dalam Buku Bacaan Anak Inpres Tahun 1973-1990 (Sebuah Pembacaan Awal)
DOI:
https://doi.org/10.36806/psnpu.v5i.168Keywords:
Pendidikan, Imajinasi, Critical geography, Buku inpresAbstract
Dalam konteks Indonesia, pendidikan tidak pernah netral; bergelimang dengan kekuasaan dan dinamika politik. Pada era Orde Baru terjadi sentralisasi kebijakan pendidikan secara masif. Negara menentukan isi kurikulum, buku teks, hingga nilai-nilai apa yang harus diajarkan di sekolah. Untuk menunjang bacaan siswa, Orde Baru memberikan stimulus lewat kebijakan program buku inpres tahun 1973. Booming bacaan dan pengarang muda lewat kebijakan menghasilkan buku-buku bacaan anak bercap negara. Selain cerita anak, terdapat pula perwajahan buku dan visual untuk memikat anak-anak. Dalam geografi, imajinasi menjadi bagian penting bagaimana manusia mendefinisikan ruang dan tempat. Imajinasi ruang urban lewat pelbagai narasi dan gambar perlu dilakukan pembacaan awal. Dengan pendekatan kajian pustaka melalui pencarian pelbagai sumber akan didapatkan citra urban dalam buku bacaan anak Inpres Tahun 1973-1990. Dalam kajian ini peneliti hanya membatasi dengan mengambil beberapa sampel buku dari beberapa penerbit dan penulis yang relevan yang akan membantu dalam analisis citra urban. Dengan pembacaan lewat critical geography maka akan didapatkan citra urban dalam bayang-bayang pembangunan kekuasaan Orde Baru yang masuk lewat cerita anak.
